Pelet Pengasihan Asap Rokok, Seberapa Ampuh Untuk Sarana Peluluh?

Pelet Pengasihan Asap Rokok, Seberapa Ampuh Untuk Sarana Peluluh?  – Banyak cara dan sarana yang digunakan seseorang untuk menundukkan seseorang. Baik secara lahir maupun batin. Dalam dunia spiritual dikenal satu cara paling ampuh yang banyak digunakan oleh banyak orang yaitu pelet pengasihan.

Jenis ilmu pengasihan ini memiliki beragam jenis, baik cara, media, maupun sarana. Anda tentu mengenal pelet semar mesem atau pelet jaran goyang, bukan? Tapi pernahkah Anda mengenal pelet pengasihan dengan tiupan asap rokok?

Jenis pelet ini memang kurang familiar dibanding jenis pelet lainnya. Tapi siapa sangka hanya dengan tiupan asap rokok, target Anda akan mabuk kepayang dan berubah sayang pada Anda. Efek yang ditimbulkan juga tidak main-main. Seperti apa pelet pengasihan asap rokok ini? Simak bahasan berikut ini.


Baca Juga : 


Pelet Pengasihan Asap Rokok, Seberapa Ampuh Untuk Sarana Peluluh?

Sudah sejak lama rokok menjadi media spiritual. Tidak hanya menjadi pelengkap upacara ritual keagamaan saja, tetapi juga dalam aktivitas mistis magis yang masih banyak dilakukan oleh beberapa suku dan masyarakat pedalaman Nusantara. Hal itu membuktikan bahwa rokok dan asapnya dipercaya memiliki kekuatan magis tertentu.

Pelet tiupan asap rokok bisa dikatakan tidak banyak yang mempraktekannya. Selain tidak mudah diamalkan, pelet jenis ini sudah mulai punah dan langka. Pelet ini memiliki efek sekejap yang sangat ampuh dan bekerja cepat saat diamalkan hingga target Anda tak menyadarinya.

Ia akan mengira bahwa Anda hanya merokok biasa, padahal mantra di dalam  asap rokok itu sedang bekerja mempengaruhinya. Sebagai pelet yang ampuh, jenis pengasihan ini tidak boleh diamalkan sembarangan karena jenia pelet ini dipercaya mengandung tuah dan bala yang dahsyat.

Artinya, jangan pernah sekalipun  menggunakan pelet ini hanya untuk coba-coba dan mempermainkan perasaan seseorang. Pelet ini diciptakan bukan untuk tujuan jahat dan negatif. Karena jika sampai dilanggar, maka segala risiko dan dampak buruk akan berbalik kepada pengamalnya.

Mengenai tatacara, mantra, dan pengamalannya akan kami bahas dalam artikel berikutnya.