Kunci Utama Keberhasilan Mengamalkan Ilmu Pengasihan

Dalam artikel kali ini saya akan mencoba memberikan penjelasan mengenai faktor yang membuat temen temen belum berhasil dalam mengamalkan ilmu pengasihan. Sebenarnya ini wajar, tidak semua orang itu bisa berhasil dalam pengamalan suatu ilmu.

Ingat nggak waktu kita sekolah dulu, kita kan sama sama diajari oleh guru kita menghitung, membaca dan menulis kan, tapi apakah kamu dan teman temanmu itu langsung menguasai pelajaran itu semua? Saya yakin pasti tidak, ada temen yang cepat dalam menangkap ilmu namun ada juga temen yang memang lambat menangkap ilmu yang diberikan oleh gurunya. Kuncinya ada pada prosesnya, jadi bukan berarti teman kamu itu bodoh lho ya.

Begitu pula sama dengan kita mempelajari ilmu pengasihan, ada yang cepat berhasil namun ada juga yang sampai sekarang belum berhasil. Padahal dia sudah tanya kesana kemari.

Tahu nggak salahnya dimana? Kamu kurang yakin, banyak tanya dan banyak menawar. Jika disitu dijelaskan syarat yang harus kamu lakukan yakni puasa 7 hari, ya jangan di tawar 3 hari, jika disitu kamu disuruh hanya minum air putih saja, ya jangan nawar minta kopi. Nah hal sepele semacam inilah yang membuat kamu kurang yakin sehingga kamu tidak berhasil sampai sekarang.

Saya ceritakan sebuah kisah,

Ada suatu kejadian: Seorang pemuda membawa semangkuk air dari seorang kyai yang ahli dalam penyembuhan penyakit. Karena terburu buru, air itu tumpah di tengah jalan. Betapa sedih dan bingungnya pemuda itu, karena air yang dibawanya adalah air yang telah diberi mantera dan doa. Mau kembali minta kepada kyai lagi, dia takut. Padahal air itu sangat dibutuhkan dan ditunggu oleh seseorang yang sedang sakit. Daripada terus kebingungan, dia pun lalu mengambil air sungai sebagai pengganti dari air yang tumpah tadi. Di hadapan si sakit dia berkata dengan mantap, “Pak dhe, inilah air dari pak Kyai!” Dengan penuh keyakinan orang yang sakit itupun meminum air yang disodorkan. Ternyata tidak selang beberapa lama sakit yang dideritanya berangsur-angsur sembuh.

Ada lagi suatu kejadian pada waktu musim haji. Seorang petugas kesehatan menjadi¬† kebingungan setelah dimintai obat oleh seorang peserta haji yang kebetulan sakit perut dan keadaannya payah sekali. Sialnya, sang petugas rupanya sudah kehabisan obat yang diminta. Akan ke kantor mengambil obat jelas tidak mungkin, melihat keadaan pasiennya yang sangat mengkhawatirkan. Terpaksa dikeluarkannya tablet vitamin yang tidak ada hubungannya dengan penyakit perut. Tetapi petugas itu berkata dengan meyakinkan, “Minumlah tablet ini. Telah berkali-kali tablet ini menolong orang sakit perut yang mendadak seperti yang kamu derita. Minumlah, dengan membaca Basmalah!” Pasien itu pun meminumnya tanpa ragu-ragu. Tak selang beberapa lama, Betul juga sakit yang diderita pasiennya tidak berapa lama menjadi sembuh.

Tentu kedua kejadian di tadi tidak dapat lepas dari ketentuan Allah. Namun unsur keyakinan yang dipunyai oleh dua orang pasien tadi itupun tak dapat disepelekan. Oleh sebab itu di dalam membaca dan mengamalkan suatu keilmuan, entah itu dari saya atau dari guru spiritual yang lain, syaratnya harus disertai keyakinan, kesabaran dan tawakal kepada Allah. Tanpa ketiga syarat itu, percuma saja mengamalkan ilmu tersebut.

Di samping itu, jangan sekali-kali menggunakan ilmu pengasihan untuk kemaksiatan yang merugikan orang lain. Ingat itu! Sekian dari saya, semoga anda diberi kemudahan oleh Allah dalam mencapai keiinginan.